FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

01
September
2021

Polisi Tangkap Pelaku Penipuan Catut Nama Presiden Jokowi

JAKARTA, KT – Pelaku kasus penipuan dan penggelapan bermodus mencatut nama Presiden Joko Widodo, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian.

Pria berinisial AH yang merupakan pelaku diamankan polisi didaerah Palembang Sumatera Selatan berikut dengan dokumen dan stempel palsu dari lembaga tinggi negara.

Sementara yang menjadi korban penipuan AH merupakan aktris Fahri Azmi pemeran ganteng ganteng serigala yang ditipu dan mengalami kerugian sebanyak 75 juta rupiah.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Ady Wibowo dalam konferensi pers menjelaskan jika kasus tersebut murni penipuan dan penggelapan.

“Ada upaya dari pelaku AH yang berhasil mencitrakan diri menjadi seseorang yang penting. Dia mengaku salah satu orang kepercayaan atau utusan dari presiden,” terang Ady di Polres Metro Jakarta Barat. Selasa (31/8/2021).

Ady menerangkan pelaku berinisial AH berhasil diamankan oleh Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat di bawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono bersama Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendy dan Kasubnit Jatanras Ipda M Rizky Ali Akbar beserta tim di daerah Palembang Sumatera Selatan.

Menurut dia, pelaku telah membekali itu semua dengan dilengkapi dokumen-dokumen penting sehingga menyakini korban dimana dokumen tersebut dia peroleh dengan cara dibuat sendiri oleh pelaku.

“Ada beberapa dokumen, seperti dari Mensetneg ini copyan, ada tanda tangan dari bapak Mensetneg, ini semua diakui oleh pelaku adalah merupakan buatan sendiri alias palsu,” beber Ady.

Tak hanya itu saja pelaku juga mengaku sebagai mantan calon menteri kesehatan setelah bapak Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto.

Lebih lanjut, Ady menjelaskan, perkenalan korban dilakukan saat AH bertemu dengan korban Fahri Azmi di sebuah pesta ulang tahun rekan Fahri Azmi. “Saat itu kepada rekan Fahri Azmi, tersangka mengaku sebagai dokter spesialis hingga calon Menkes”. 

Kemudian dari perkenalan itu, mereka berlanjut komunikasi. Pelaku dan korban sempat bertemu di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Tersangka kemudian menyampaikan bahwa adiknya terkena kasus narkoba. Ia butuh uang sebesar Rp 450 juta. Lantas korban percaya dan menransfer korban Rp 200 Juta. Ditambah sendiri Rp 150 juta jadi kurang Rp 50 juta,” tuturnya.

Saat itu pelaku sempat berjanji kepada korban untuk dibayar. Namun, uang korban raib tak kembali. Kemudian korban meminta pertolongan polisi dengan membuat laporan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Setelah mendapat laporan, pada Sabtu (21/8) polisi berhasil mengidentifikasi keberadaan AH yang berada di Palembang, Sumatera Selatan. Ia kemudian diringkus di kediamannya. 

Dari tangan tersangka, polisi berhasil menyita beberapa dokumen, stempel, buku tabungan dan alat pencetak dokumen yang digunakan tersangka untuk melancarkan modusnya.

Buat Jalan-jalan

Saat dilakukan pemeriksaan, AH mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang dokter profesional. Ia hanya mengaku sempat kuliah di Fakultas Kedokteran, namun tak rampung-rampung.

Kepada Polisi, AH mengatakan uang yang ia dapat dari hasil penipuannya itu untuk traveling ke luar kota.

“Buat jalan-jalan keluar kota,” tutur AH.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan dengan Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan atau penggelapan, dengan ancaman hukuman pidana penjara empat tahun. *

YouTube video
KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications