FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

01
September
2021

Polisi Ungkap Motif Isteri Bunuh Suami di Kota Serang

KOTA SERANG, KT – Seorang Istri berinsial (HL), warga Kampung Masigit Etan, Kelurahan Masjid Priyayi, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, diduga membunuh suaminya, Asni.

Kasus ini diungkap dalam kegiatan Ekspos Pengungkapan Kasus di Mapolres Serang Kota Polda Banten, Rabu (1/9).

Kapolres Serang Kota Polda Banten AKBP Maruli Ahiles Hutapea, mengungkapkan motif tersangka membunuh suaminya dilatar belakangi keributan rumah tangga. Tersangka yang berusia 56 tahun ini sudah dua bulan baru pulang dari Arab Saudi.

“Sudah delapan tahun (HL) berada di Arab Saudi sebagai tenaga kerja wanita (TKW),” ujar Maruli saat konferensi pers di Mapolres Serang Kota, Rabu (1/9).

Sebelumnya, Asni ditemukan tewas di dalam rumahnya dengan luka goresan di leher, Selasa (31/8/2021) pukul 15.00.

Kepada polisi, tersangka mengaku sering mengirimkan nafkah kepada empat anaknya. Sementara, korban bekerja sebagai buruh harian lepas. Keduanya sering bertengkar karena kebutuhan sehari-hari.

“Motifnya keributan di dalam rumah tangga,” ucap Maruli.

Maruli menjelaskan, kejadian tersebut bermula ketika korban mengajak tersangka untuk berhubungan badan. Namun, tersangka menolak karena khawatir tidak sah karena lama tak pulang. Tersangka sempat ingin melapor kepada ketua RT setempat.

“Asni kemudian menarik istrinya (HL), istrinya melawan dan mencekik korban,” ucapnya.

Saat keributan hanya ada tersangka dan korban. Tersangka saat itu juga mencekik korban dan langsung masuk ke kamarnya mengunci diri selama 45 menit.

Dari situ, tetangga korban yang mengetahui langsung menggedor pintu rumah dan melihat korban Asni sudah meninggal dunia.

“Pintu tertutup, tidak ada orang lain di tempat kejadian perkara (TKP), kecuali suami-istri itu,” kata Maruli menirukan keterangan saksi.

Dari kejadian itu, Polisi menyita barang bukti kipas, karpet, selimut, celana, dan jaket. Selain itu, di jari kuku tersangka terdapat bercak darah diduga bekas cekikan di leher.

“Kami akan lalukan persesuaian bekas cekikan di leher dengan darah korban,” ucap Maruli.

Dia menegaskan bahwa kasus ini tidak ada motif pembunuhan berencana. Berdasarkan hasil visum, terdapat beberapa luka di tubuh korban, yaitu di leher, punggung, dan pinggang bagian belakang.

“Di punggung ada lebam, leher ada luka goresan, pipi terdapat goresan, rahang kiri ada luka robekan, dan dada kiri luka memar.” katanya.

Atas perbuatanya tersangka dijerat Pasal 44 Ayat (1) dan (3) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Pasal 351ayat (3) KUHP Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Tindak Pidana Penganiayaan. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

 

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications