FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

04
Mei
2021

Serda Ucok Bebas Penjara dan Siap Kembali Memberantas Preman

JAKARTA, KT – Masih ingat dengan Serda Ucok Prajurit Baret Merah ‘Kopassus’ yang terganjal kasus karena terbukti mengeksekusi empat tahanan dengan senjata AK-47 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Cebongan, Sleman, Yogyakarta.

Serda Ucok Tigor Simbolon merupakan salah satu prajurit yang memiliki kualifikasi para-komando (Parako) itu dikabarkan bebas dari penjara setelah sebelumnya mengeksekusi empat tahanan yaitu Yohanes Juan Manbait, Gamaliel Yermiyanto Rohi Riwu, Adrianus Candra Galaja, dan Hendrik Benyamin Sahetapy Engel.

Keempat orang tersebut bertanggung jawab atas kematian Serka Heru Santoso di Hugo’s Cafe yang juga senior Serda Ucok di Korps Baret Merah.

Serda Ucok sudah berhak bebas karena sudah menjalani masa 2/3 tahanan terhitung sejak 2013 berarti sudah 8 tahun dia menjalani kurungan dari total 11 tahun vonis dari Pengadilan Militer (Dilmil) II-11 Yogyakarta.

Dengan begitu, Serda Ucok memiliki hak untuk bebas, apalagi jika dipotong dengan remisi semasa menjalani tahanan.

Bahkan, belum lama ini muncul foto Serda Ucok bertemu dengan ulama kondang Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah.

Terdapat foto lainnya saat Ucok Tigor Simbolon sowan ke pimpinan Pondok Pesantren Ora Aji di Sleman, Yogyakarta, itu.

Dimana didapat informasi dari salah satu petinggi Kopassus, bahwa Serda Ucok kembali berdinas di Korps Baret Merah usai menjalani masa tahanan.

“Iya mas benar, gabung lagi ke Kopassus setelah bebas,” ujar seorang perwira Kopassus yang enggan disebutkan namanya.

Sekadar diketahui, Serda Ucok berjanji akan tinggal di Yogyakarta usai menjalani masa hukuman. Dia juga akan memberantas preman disana.

Apabila selesai menjalani hukuman, saya akan tinggal di Yogyakarta, bersama-sama memberantas preman,” tegas Ucok Tigor Simbolon usai menerima putusan di Dilmil II-11 Yogyakarta, Kamis 5 September 2013.

Pernyataan Ucok pun langsung disambut gegap gempita ratusan orang yang mendukungnya di pengadilan militer. Sebab, masyarakat menilai Ucok dan 11 anggota Kopassus lainnya telah berjasa dalam memberantas preman yang meresahkan di Kota Keraton tersebut.

Pengadilan Militer (Dilmil) II-11 Yogyakarta, menilai Ucok bersama dua terdakwa lainnya, Serda Sugeng Sumaryanto dan Koptu Kodik terbukti bersalah melakukan pembunuhan yang direncanakan.

Rekan Ucok, Serda Sugeng Sumaryanto dikenai kurungan delapan tahun dan hukuman tambahan, yaitu dipecat dan dikenai biaya persidangan. Untuk Koptu Kodik dikenai enam tahun penjara, serta dipecat dan dikenai biaya persidangan.

Sedangkan Ucok Tigor Simbolon, tersangka utama yang merupakan eksekutor empat korban dijatuhi hukuman selama 11 tahun penjara. Vonis itu lebih ringan satu tahun dari tuntutan Oditur yang meminta hukuman selama 12 tahun penjara.

Perlu diketahui menjadi anggota TNI dengan baret merah merupakan kebanggaan tersendiri setiap prajurit. Pasalnya, seorang anggota Kopassus memiliki kemampuan khusus mulai dari menembak sampai antiteror. Namun sayangnya tak mudah untuk menjadi seorang anggota Kopassus.

Ujiannya lebih berat dibandingkan menjadi prajurit TNI biasa. Calon pasukan komando akan mengikuti seleksi dan pelatihan yang berat seperti, mendaki gunung, menjelajah hutan, hingga berenang menyeberangi Nusakambangan.

Diantara semua rangkaian tahapan pendidikan, yang paling terberat adalah akhir pendidikan komando di Nusakambangan yang dikenal sebagai Minggu Neraka (hell week).

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications