21st June 2021

FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

04
Juni
2021

Kasudin Perhubungan Jakarta Barat Klaim Ajukan Penambahan Jalur Sepeda

JAKARTA, KT –  Pemprov DKI Jakarta berencana menambah panjang jalur sepeda Di mana sebelumnya, jalur sepeda yang ditetapkan Gubernur DKI Jakarta yakni sepanjang 63 kilometer (km). Hal ini dituturkan Kasudin Perhubungan Jakarta Barat Erwansyah pada Kamis Kamis (3/6/2021) kemarin.  

“Penambahan jalur sepeda di Jalan Tomang Raya hingga ke Jalan Kyai Tapa dari 63 km, sepanjang 3 km sudah dibuat di Jakarta Barat tepatnya di Jalan Tomang Raya,” beber Kasudin Perhubungan Jakarta Barat.

Menurut Kasudin Perhubungan Jakarta Barat, Pemprov DKI Jakarta berencana menambah jalur bagi pesepeda sepanjang 101 km. Dari penambahan jalur itu, kata dia Jakarta Barat mengajukan perpanjangan di jalur sepeda Jalan Tomang Raya.

“Kalau kami sih pengajuannya dari Jalan Tomang Raya masuk ke Jalan Letjen S Parman sampai ke Jalan Kyai Tapa Grogol Petamburan,” ujar Kasudin Perhubungan Jakarta Barat Erwansyah.

Namun kata Kasudin Perhubungan Jakarta Barat, hal itu baru wacana. Sebab sampai saat ini Pemprov DKI Jakarta masih fokus ke jalur sepeda Sudirman-Thamrin.

Sehingga sampai saat ini penambahan jalur sepeda di Jakarta Barat masih dalam proses pembicaraan.

“Nanti kalau ternyata sudah ditetapkan oleh Dinas Perhubungan saya beri tahu,” tuturnya.

Selain itu, sampai saat ini belum ada rencana pemasangan beton pembatas di jalur sepeda Jalan Tomang Raya.

Menurut Kasudin Perhubungan Jakarta Barat, penambahan fasilitas jalur sepeda sepertinya masih difokuskan di Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk menambah jalur sepeda sepanjang 101 kilometer di tahun 2021.

Dia mengatakan, jalur sepeda tersebut akan menambah fasilitas yang sudah tersedia saat ini, sepanjang 63 kilometer.

“Adapun jalur sepeda saat ini adalah 63 kilometer, lalu tambahan tahun ini (akan) ada 101 kilometer,” kata Anies dalam keterangan suara, Kamis (3/6/2021).

Anies mengatakan, penambahan jalur sepeda sejalan dengan upaya Pemprov DKI Jakarta untuk mengubah kebiasaan masyarakat menggunakan sepeda sebagai transportasi.

“Jadi kami tambahkan, jalur sepeda yang dibangun di Jakarta tujuannya memfasilitasi warga untuk bisa menggunakan kendaraan sepeda secara aman,” ucap dia.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta sedang menyiapkan panduan teknis uji coba penggunaan sepeda roadbike di Jalan Sudiman-Thamrin, Jakarta Pusat. Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga tengah menyiapkan regulasi penggunaan sepeda roadbike di ruas jalan protokol tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, saat ini pemerintah belum menguji coba penggunaan sepeda roadbike di Jalan Sudirman-Thamrin. Soalnya, Dishub DKI bersama stakeholder lain masih membahas teknis pelaksanaannya di lapangan.

“Nanti setelah kami lakukan pembahasan teknis penyiapan regulasinya, baru nanti akan kami umumkan,” kata Syafrin di Balai Kota DKI pada Kamis (3/6/2021).

Syafrin mengatakan, rencananya sepeda roadbike diizinkan melintas di Jalan Sudirman-Thamrin, pada Senin-Jumat dari pukul 05.00-06.30. Di luar jam itu, seluruh pesepeda wajib melintasi jalur sepeda permanen yang telah disediakan di bahu jalan.

Baca juga: Rencana Jalur Sepeda Roadbike di Jalan Sudirman-Thamrin Telah Lewati Kajian Bersama Ditlantas

“Sementara untuk uji coba saat ini ada di JLNT (jalan layang non tol) Kampung Melayu-Tanah Abang ya,” ujar Syafrin.

Dalam kesempatan itu, Syafrin mengaku pihaknya terus berkoordinasi dengan para komunitas roadbike. Dia juga mengingatkan kepada pesepeda roadbike selama di jalan raya untuk patuh terhadap regulasi yang ada.

Adapun regulasi yang dimaksud adalah UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Hal ini menyusul adanya foto yang menampilkan sekelompok pesepeda roadbike melintas hampir menutupi ruas Jalan Sudirman di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat pada Jumat (28/5/2021) lalu.

“Dalam beraktivitas di ruang lalu liintas di sana kendaraan bermotor tentu berpedoman terhadap regulasi UU Nomor 22 tahun 2009. Disebutkan ada prioritas penggunaan jalan dan kemudian ada pembagian lajur lalu lintas di jalan,” jelas Syafrin.

“Selalu lajur yang kanan itu untuk kendaraan lebih cepat. Jadi begitu sepeda tidak mungkin ada di lajur paling kanan jika tidak dilakukan pengaturan. Oleh sebab itu mereka wajib pada saat beraktivitas itu ada di sebelah paling kiri,” tandas Syafrin.

INSTAGRAM

KOMUNITASTODAYS
IKUTI KAMI
Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications