FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

04
Oktober
2021

Bareskrim Polri Tangkap Kurir dan Pengendali dalam Empat Kasus Narkoba

JAKARTA, KT – Bareskrim Polri menyidik ​​11 narkoba. Mereka ditemukan di sejumlah daerah seperti Tangerang Selatan, Serang, Bogor dan Jakarta Timur. Adapun barang bukti yang disita dari berbagai jenis di antaranya ekstasi, ganja dan sabu.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Brigjen Pol Krisno Halomoan Siregar menyampaikan para tersangka dan barang bukti dari kami empat kasus sejak Agustus hingga September 2021.

“Mulai 25 Agustus hingga 28 september 2021, ada empat kasus. Dari ini kami masih mendalami apakah ada keterkaitan sebagai satu jaringan atau tidak,” ujar Krisno Halomoan dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Senin (4/10/2021).

Krisno menjelaskan, kasus pertama yang dimulai dari penangkapan di Cikupa Tangerang, yang disukai oleh pihak Bea Cukai. Dari penangkapan ini disita barang bukti 500 gram sabu dan 200 butir ekstasi.

“Jaringan ini terungkap dari pengembangan informasi Bea Cukai. Kami berhasil menangkap tiga orang tersangka berinisial ISP, T dan SL,” bebernya.

Untuk kasus kedua, kata Krisno, diungkap tanggal 30 Agustus 2021 dengan TKP di Utan Kayu Utara, Jakarta Timur. Barang bukti yang dibutuhkan sebanyak 1.300 butir pil ekstasi. Tersangka yang ditangkap berinisial AS.

“Tersangka merupakan kurir. Kami sedang menelusuri jejaknya,” katanya.

“Kasus ketiga yang diungkap pada 3 September 2021, dengan barang 47 kilogram ganja dari jaringan Mandailing Natal dan Padang, tersangka ditangkap di Bogor sebanyak 7 orang,” lanjutnya.

Terakhir, narkoba jenis sabu seberat 29 kilogram sabu pada 28 September 2021, dengan tersangka lima orang. Masing- masing berinisial R, WWMP, MHF, HS dan E.

“Kami melakukan pembuntutan dari mulai Pulau Sumatera hingga terakhir di sebuah penginapan di kawasan Serang dengan tersangka R dan WWMP,” tuturnya.

Kemudian menangkap penerimanya, MHF, pengendalinya yang ada di Aceh berinsial HS dan terakhir mengendalikan di Jakarta E,” ungkapnya.

“Kami terus mengembangkan kasus-kasus ini karena pengontrol HS untuk mengatur transportasi dari Aceh dan Malaysia. Ini masih kita dalami,” pungkasnya.

 

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications