FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

05
Juni
2021

Kemenaker Adakan Program Bantuan Pelatihan Vokasi untuk Korban PHK Giant

JAKARTA, KT – Pasca dipecatnya karyawan Giant, kementrian ketenagakerjaan (Kemenaker) berencana akan memberikan pelatihan vokasi untuk para karyawan Giant yang menjadi korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Dengan diadakannya program pelatihan vokasi, pekerja tersebut bisa meningkatkan keterampilan agar dapat berkompetisi lagi di dunia pasar kerja atau berwira usaha mandiri.

“Ibu Menaker sudah ada arahan kepada saya, Sekjen, dan Dirjen Bina Pelatihan untuk mengundang teman-teman pekerja mantan Giant untuk mengikuti pelatihan di Balai-balai Latihan Kerja Kemnaker,” kata Direktur Jenderal Pemutusan Hubungan Industri dan Jamsos Kemenaker Indah Anggoro Putri dalam siaran pers, Jumat (4/6/2021).

Putri mengatakan Kemenaker telah memanggil manajemen PT Hero SupermarketTbk. Dari pertemuan tersebut, manajemen PT Hero Supermarket akan berupaya menempatkan eks pekerja Giant ke unit usaha lain dari perusahaan tersebut.

“Namun nanti akan ada waktu tunggu dalam proses penempatan unit usaha lain tersebut. Oleh karenanya, kami akan membekali mereka keterampilan sembari menunggu waktu tersebut,” kata Putri.

Putri menjelaskan pelatihan vokasi di BLK diperuntukan bagi angkatan kerja untuk membekali keterampilan (skilling), meningkatkan keterampilan (up skill), ataupun alih keterampilan (reskill). Harapannya, korban PHK pekerja Giant yang mengikuti pelatihan memiliki alternatif untuk mencari pekerjaan lain atau berwirausaha secara mandiri.

Dia menambahkan Kemenaker melalui Ditjen Binapenta dan PKK juga menyiapkan langkah alternatif bagi pekerja yang ter-PHK, yaitu Program Tenaga Kerja Mandiri (TKM).

PT Hero Supermarket sendiri telah memutuskan menutup gerai Giant di seluruh Indonesia mulai Juli 2021. Kemenaker telah meminta  manajemen untuk memastikan para pekerja mendapatkan hak-haknya sesuai dengan ketentuan peraturan perudang-undangan. Setidaknya terdapat 2.700 pekerja yang menjadi korban PHK akibat keputusan bisnis ini.

Sebelumnya, emiten ritel PT Hero Supermarket Tbk. (HERO) berencana mengubah sejumlah gerai Giant menjadi IKEA. Salah satu penyebabnya adalah popularitas format hypermarket seperti Giant saat ini mengalami penurunan, baik di Indonesia maupun secara global.

Sementara itu, IKEA yang menjalankan bisnis di sektor rumah tangga untuk kelas atas memiliki potensi pertumbuhan yang tinggi. (EKB)

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications