22nd June 2021

FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

06
Juni
2021

Kasus Aktif Covid-19 di Kudus Capai 1.413, TNI Diterjunkan Bantu Pemakaman

JAKARTA, KT – Dalam catatan Tim Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah telah terjadi penambahan jumlah kasus aktif Covid-19, sebanyak  183 kasus sehingga total kasus aktif mencapai 14.13 orang.  

“Lonjakan kasus saat ini merupakan tambahan kasus sebelumnya yang hasil tes usap tenggorokan PCR-nya belum keluar karena masuk daftar antrean,” kata Bupati Kudus, Hartopo, Sabtu (5/6).

Hartopo mengatakan pihaknya mencatat sejak Maret 2020 hingga saat ini mencapai 8.393 kasus, baik aktif maupun sudah sembuh, dan meninggal dunia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, Nasiban menambahkan jumlah kasus aktif 1.413 kasus, sedangkan yang dirawat 396 kasus, dan isolasi mandiri 1.230 kasus.

Untuk kasus meninggal naik turun karena awal Juni 2021 hanya enam kasus, sedangkan 2 Juni 2021 hanya lima kasus, kemudian 4 Juni 2021 naik menjadi 22 kasus, dan hari ini (5/6) turun menjadi 17 kasus.

Sementara kasus sembuh juga naik turun karena pada 2 Juni 2021 tercatat 74 kasus, kemudian 4 Juni 2021 naik menjadi 111 kasus, sedangkan hari ini (5/6) turun menjadi 18 kasus.

Lonjakan kasus Covid-1-9 membuat Pemkab Kudus terpaksa menutup semua objek wisata dan pasar tiban untuk mencegah terjadinya kerumunan serta memutus mata rantai penularan. Pemkab juga mengimbau masyarakat selama dua hari di rumah.

Usaha kuliner juga diminta turut mendukung upaya menekan penyebaran virus dengan hanya melayani pembelian untuk dibawa pulang, atau tidak boleh makan di tempat demi menghindari kerumunan.

Anggota TNI Diterjunkan

Sementara jajaran TNI Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jawa Tengah menerjunkan personilnya untuk membantu pemakaman korban Covid-19 di Kudus, Jawa Tengah.

Para personil TNI dan Polri ini disiagakan 24 jam di beberapa Rumah Sakit di Kudus, seperti Rumah Sakit Loekmono Hadi dan Rumah Sakit Mardi Rahayu.

“Kami tempatkan personil TNI 24 jam di setiap Rumah Sakit, khususnya di kamar jenasah, didukung juga oleh personil Polri dari Polda Jateng. Jadi setiap ada yang meninggal, kita akan bantu pemakamannya dengan cepat dan langsung, malam pun siap,” kata Pangdam IV Diponegoro Mayjen Rudianto saat melakukan kunjungan di Kudus, Sabtu (5/6).

Rudi menyebut para personil TNI dan Polri yang membantu pemakaman dari kamar jenazah hingga tempat pemakaman tetap diwajibkan menggunakan perlengkapan Alat Pelindung Diri (APD). Usai pemakaman, personil tersebut langsung diminta membersihkan diri dan beristirahat.

“Tetap prokes, membantu pemakaman dengan APD dari kamar jenasah sampai tempat pemakaman. Usai itu pembersihan dan istirahat digantikan personil lain untuk siaga,” pungkasnya. (CNN)

INSTAGRAM

KOMUNITASTODAYS
IKUTI KAMI
Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications