FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

06
Juli
2021

Anies Akan Sanksi Tegas Perusahaan Paksa Ngantor Karyawan Ketika PPKM Darurat

JAKARTA, KT – Paksa karyawan tetap bekerja di kantor meski masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat telah diberlakukan siap-siap akan ditindak tegas oleh Pemprov DKI Jakarta.

Hal ini ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang berjanji akan menindak tegas perusahaan nonesensial dan nonkritikal yang memaksa karyawannya tetap bekerja di kantor pada masa pemberlakuan PPKM darurat.

Anies meminta agar karyawan yang bekerja di perusahaan nonesensial dan nonkritikal itu melaporkan apabila dipaksa tetap berkantor.

“Laporkan di aplikasi JAKI maka Pemprov DKI Jakarta bersama dengan Polda Metro Jaya akan melakukan penindakan,” tegas Anies saat konferensi pers virtual, Senin (5/7/2021).

Pihaknya akan melakukan penindakan tegas terhadap perusahaan institusi yang tidak melaksanakan kebijakan PPKM Darurat.

“Pemprov DKI Jakarta sudah membuktikannya pada 59 tempat usaha yang disanksi tutup sementara hari ini karena melanggar aturan PPKM Darurat. Dari 74 tempat usaha yang diperiksa 59 ditutup. Kami perlu ingatkan kepada semua bahwa pemerintah memiliki kewenangan tetapi juga mencabut izin,” kata Anies.

Anies juga menyebut aturan PPKM dibuat untuk keselamatan semua orang di masa lonjakan kasus COVID-19. Dengan mematuhi aturan PPKM darurat yang berlaku 3-20 Juli, diharapkan kasus COVID-19 yang melonjak tinggi hari ini bisa kembali terkendali.

“Karena itu mari dua minggu ke depan kita menjaga secara serius agar kita semuanya bisa memutus mata rantai penularan COVID-19,” pinta Anies.

Sebagai informasi dalam masa PPKM darurat ini, ada dua kriteria perusahaan yang diperbolehkan tetap beroperasi 50 persen dan 100 persen.

Untuk beroperasi 50 persen dengan protokol kesehatan adalah sektor esensial seperti komunikasi dan IT, keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, perhotelan nonpenanganan karantina COVID-19 dan industri orientasi ekspor.

Sedangkan sektor yang boleh beroperasi 100 persen dengan protokol kesehatan yaitu sektor energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi utilitas dasar listrik dan air, dan industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.*

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications