FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

06
Oktober
2021

Warga Singapura Diresahkan Uji Coba Robot Patroli

SINGAPURA, KT – Guna memantau perilaku sosial masyarakat dan memberi peringatan bagi masyarakat yang melanggar aturan berperilaku warga negara Singapura.

Pemerintah Singapura melakukan uji coba robot patroli bernama Xavier. Robot itu memantau beberapa aturan yaitu merokok di area terlarang, memarkir sepeda dengan tidak benar, dan melanggar aturan jaga jarak sosial akibat pandemi COVID-19.

Namun keberadaan robot patroli Xavier malah menimbulkan keresahan warga Singapura salah satunya dari Frannie Teo, seorang asisten peneliti berusia 34 tahun. Dimana dirinya sedang berjalan-jalan di mal selama uji coba robot patroli baru-baru ini.

“Ini mengingatkan saya pada Robocop,” ujar Frannie dalam The Guardian.

Ini mengingatkan pada “dunia robot dystopian. Saya hanya sedikit ragu tentang konsep semacam itu.”

Aktivis hak digital Lee Yi Ting mengatakan perangkat itu adalah cara terbaru orang Singapura diawasi.

“Itu semua berkontribusi pada perasaan orang. Perlu memperhatikan apa yang mereka katakan dan apa yang mereka lakukan di Singapura jauh lebih besar daripada di negara lain,” kata Lee kepada AFP.

Walaupun dikritik, Pemerintah Singapura tetap mendukung penggunaan robot ini.

Pemerintah Singapura mengklaim robot patroli tidak akan digunakan untuk mengidentifikasi atau mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang terjadi selama uji coba. Robot ini juga dinilai dibutuhkan untuk mengatasi krisis tenaga kerja, mengingat populasi masyarakat kian menua.

“Tenaga kerja sebenarnya menyusut,” tutur Perwakilan Lembaga Pemerintah Singapura yang mengembangkan Robot Xavier, Ong Ka Hing.

Ia juga menambahkan robot ini membantu mengurangi jumlah petugas yang dibutuhkan untuk patroli jalan kaki.

Kabarnya, robot Patroli Singapura ini memiliki tujuh kamera. Robot ini juga mampu mengeluarkan peringatan kepada publik dan mendeteksi perilaku sosial yang tidak diinginkan.

Channel News Asia melaporkan, setelah robot Xavier mengidentifikasi perilaku yang tidak diinginkan, mereka akan memberikan peringatan real-time ke pusat komando dan kendali. Tak hanya itu, robot ini juga akan menampilkan pesan di dashboard-nya untuk mendidik publik dan mencegah perilaku yang tak sesuai tadi.

Kala uji coba, Xavier yang melihat seorang perokok di area terlarang langsung menampilkan pesan di dashboard interaktifnya, pun juga pesan audio yang meminta perokok untuk berhenti merokok. (CN2)

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications