FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

08
Juni
2021

Ditengah Pandemi, Bamsoet Dorong Pengembangan UMKM 

JAKARTA, KT – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbasis kuliner yang dikembangkan Elite Berkah Cakrawala (EBC). Melalui brand Ayam Geprek Jameela, EBC telah menghadirkan 60 gerobak Ayam Geprek Jameela yang dikelola para mitra UMKM. Kini mereka menargetkan bisa menghadirkan seribu gerobak Ayam Geprek Jameela, sehingga bisa membantu masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, menjadi bagian dari mitra UMKM Ayam Geprek Jameela.

“Ayam Geprek Jameela mengambangkan pola usaha franchise. Sehingga mitra UMKM tidak perlu mengeluarkan modal. EBC yang menyediakan gerobak serta berbagai perlengkapan berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia), sekaligus juga bahan baku yang terjamin mutu dan kehalalannya. Pengiriman bahan baku dilakukan oleh EBC, sehingga tidak merepotkan mitra UMKM. Transaksi keuangannya menggunakan sistem e-Cashier, lebih canggih dan handal, serta bisa memonitor perkembangan setiap transaksi yang dilakukan oleh masing-masing gerobak mitra UMKM,” ujar Bamsoet usai menerima pengurus Elite Berkah Cakrawala (EBC), di Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Pengurus EBC yang hadir antara lain Direktur Linda Susanti/Oca Jameela, General Manager Abdul Ajis, Manager Marketing Leny Astriani, Lawyer Muhammad Yuridio, dan Media Sosial Saipul.

Bamsoet menjelaskan, sebelum mulai melakukan usaha, calon mitra UMKM EBC terlebih dahulu mendapatkan berbagai program pelatihan, dari mulai cara memasak, menjaga kebersihan gerobak usaha, hingga melayani konsumen. Mitra usaha juga mendapatkan bantuan pemasaran melalui aplikasi digital seperti GoFood dan Grabfood, sehingga memperluas potensi market sekaligus mempermudah konsumen membeli Ayam Geprek Jameela.

“Ayam Geprek Jameela memiliki tiga paket menu andalan, original, rice bowl dan ala Jameela. Selain mendapatkan ayam dan sambal yang khas, seluruh menu paket juga sudah mendapatkan nasi plus lalapan. Sangat ramah di kantong masyarakat, sangat lezat di lidah,” jelas Bamsoet.

Ia juga mendukung peningkatan kredit perbankan untuk para pelaku UMKM. Mengingat dari masa ke masa, kontribusi kredit perbankan ke UMKM tidak lebih dari 20 persen dari total kredit. Sedangkan di Singapura proporsi kredit bagi UMKM mencapai 30 persen, Malaysia 51 persen, Thailand 50 persen, Jepang 66 persen, dan Korsel 81 persen.

“Padahal, sebagian besar usaha di Indonesia didominasi UMKM (99 persen). Sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian, yang mampu menyerap 120 juta lebih angkatan kerja, dan memberikan kontribusi mayoritas pada Produk Domestik Bruto. Menyelamatkan UMKM, sama dengan menyelamatkan Indonesia,” pungkasnya.