FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

08
Oktober
2021

Kawanan Begal Setrum Korbannya di Jakarta Timur

JAKARTA, KT – Kawasan DKI Jakarta masih menjadi momok menakutkan bagi para korban begal, salah satunya seperti apa yang dialami pemuda asal Bogor Aulia Rafiqi (23) yang menjadi korban kawanan begal di BKT Pondok Kopi, Jakarta Timur. Rabu (6/10/2021).

Aulia menceritakan, di BKT Pondok Kopi, Jakarta Timur kendaraan sepeda motor, handphone dan uang di kantongnya ludes dibawa para pelaku begal, bukan hanya itu dirinya pun ditodong celurit hingga disetrum.

“Rabu dini hari saya baru pulang dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, hendak ke rumah kakak di Bekasi. Jalan pulang ke rumah kakak dengan nebeng kendaraan warga yang melintas,” kata dia.

Aulia dibegal di BKT Pondok Kopi, Jakarta Timur, pada Rabu (6/10), sekitar pukul 01.00 WIB. Dia baru dilepaskan oleh para pelaku sekitar pukul 04.00 WIB.

Setiba di BKT, Aulia dipepet 3 motor yang ditumpangi 5 pelaku. Mereka kemudian menodong Aulia dengan celurit.

“Sampai di TKP itu, dia dipepet ‘minggir lu…minggir lu kalau mau selamat lu’ kemudian dia berusaha ngebut, akhirnya ditendang dan dipukul,” kata Erwin Tambunan, paman korban.

Salah satu pelaku sempat menodong dengan celurit. Korban kemudian dibawa berkeliling motor duduk diapit dua pelaku.

“Di satu tempat yang agak sepi, dia diturunkan, kemudian diinterogasi oleh mereka. Kemudian ditanya, kamu ada saudara nggak?” ucapnya.

Dalam kondisi ketakutan, Rafiqi kemudian memberikan nomor telepon saudaranya yang berada di Tanjung Priok. Kepada saudara korban, pelaku mengaku sebagai polisi yang menangkap Rafiqi atas kasus narkoba.

“Nah dia telepon lah salah satu keponakan saya. ‘Ini saudara kamu ditangkap karena narkoba, tolong siapin uang Rp 5 juta kalau nggak ini perkara akan berlanjut’,” jelasnya.

Karena gagal mendapatkan uang Rp 5 juta, para pelaku kemudian merampas 2 unit HP milik korban. Pelaku juga memaksa korban mentransfer sejumlah uang Rp 1,5 juta melalui m-banking.

“Sama satu motor Honda Vario, tadi diperkirakan oleh polisi sih Rp 10 juta,” katanya.

Erwin menambahkan, para pelaku juga menyetrum korban beberapa kali. Korban juga dipukuli oleh para pelaku.

“Ada mungkin lima kali disetrum sama pelaku sampai nangis-nangis,” katanya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Timur. Polisi masih menyelidiki kasus itu. (dtk)

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications