FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

09
Oktober
2021

Kapolresta Bogor Kota Prihatin Aksi Tawuran Pelajar Masih Terjadi

BOGOR, KT – Seorang siswa sekolah menengah atas (SMA) berinisial RM (17) tewas dengan kondisi mengenaskan akibat sabetan benda tajam akibat tawuran antarpelajar di Jalan Palupuh Raya, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/10/2021) malam.

Akibat kejadian itu aparat kepolisian langsung bertindak cepat mendatangi lokasi kejadian dan mengevakuasi jasad korban serta berhasil menangkap dua orang pelaku yang menyebabkan tewasnya RM.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro saat jumpa pers menjelaskan kejadian itu berawal saat korban RM sedang nongkrong bersama teman-temannya di Jalan Palupuh Raya.

“Kemudian, pelaku datang menggunakan sepeda motor. Saat itu, korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut sebelum terjadi penganiayaan berujung kematian. Kemudian, korban disabet oleh pelaku menggunakan senjata tajam. Korban luka pada bagian kepala dan punggung,” ujar Kapolresta Bogor Kota,  Kombes Pol Susatyo. Kamis (7/10/2021).

Sementara para pelaku berhasil diamankan setelah pihaknya menggali sejumlah keterangan saksi di lokasi kejadian. Pelaku berinisial RA (18) dan ML (17) yang kini sudah diamankan di Mapolresta Bogor Kota.

“Total saksi yang diperiksa ada 10 orang, mereka teman-teman korban,” kata dia.

Ia melanjutkan, pihaknya juga mengamankan barang bukti senjata tajam berupa celurit dan golok yang diduga digunakan pelaku untuk tawuran.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dalam insiden tawuran pelajar yang meregang nyawa di Kota Bogor tersebut.

Dari hasi penangkapan itu polisi mengamankan barangbukti sebilah celurit yang digunakan pelaku dan satu sepeda motor yang diduga digunakan untuk mengejar korban.

Selain mengamankan senjata tajam yang digunakan pelaku polisi juga mengamankan senjata tajam yang disembunyikan oleh para pelaku tauran.

“Penggeledahan di sekitar lokasi penangkapan ditemukan kurang banyak 6 sajam, ini memang sudah disiapkan.”

“Tentunya hal ini membuat kita prihatin bahwa aksi kekerasan itu terjadi,” ujar Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Atas perbuatannya pelaku akan dikenakan pasal 80 uu perlindungan anak itu dengan ancaman 15 tahun penjara. (tbn)

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications