FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

09
Oktober
2021

BNN Bakal Temui PPATK Soal Temuan Rekening Sindikat Narkoba Rp120 Triliun

JAKARTA, KT – Badan Narkotika Nasional (BNN) berencana bakal menemui pihak Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Pertemuan akan membahas temuan rekening jumbo dari transaksi keuangan sindikat narkoba senilai Rp120 triliun.

Kepala Humas BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo menyebut akan berhadapan dengan kasus-kasus narkoba yang memiliki nilai triliunan rupiah tersebut.

“Kita menganggap yang disampaikan beliau di depan forum satu informasi yang harus ditindaklanjuti oleh BNN,” ujar Sulistyo, Sabtu (9/10/2021).

Sebagai tindak lanjutnya, berkunjung langsung menemui beliau (Kepala PPATK, Dian Ediana Rae) untuk mencari tahu apa saja transaksinya, dari mana saja, dan pengirimannya terkait kasus yang mana, serta banyak hal lainnya.

Namun belum diketahui secara pasti kapan BNN akan melakukan peremuan dengan PPATK. Sulistyo hanya menyebut pertemuan akan dilakukan dalam waktu dekat.

Lebih jauh, melalui pertemuan tersebut Sulistyo mengungkap akan menelusuri permasalahan anatomi dalam transaksi rekening tersebut. Apakah memang transaksi itu murni terkait kasus narkoba atau tergabung dengan masalah lainnya.

Ia menegaskan akan memberikan tindakan tegas terhadap siapa pun yang terlibat dalam transaksi narkoba dengan nilai triliunan rupiah tersebut.

“Akan dilakukan upaya penindakan sesuai dengan UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Dian Ediana Rae mengungkap menemukan menemukan rekening jumbo dari transaksi keuangan sindikat narkoba senilai Rp120 triliun melibatkan total 1.339 orang korporasi.

Dian mengatakan jumlah itu terakumulasi selama periode lima tahun mulai 2016-2020, melalui hasil analisis dan masalah tantangan.

“Kasus aliran dana sejumlah Rp120 triliun ini melibatkan angka pihak yang terlapor, jika istilah kita itu, melibatkan sejumlah orang dan jumlah korporasi. Jumlah total saja, dalam kesempatan ini, saya sebutkan 1.339 individu dan korporasi,” kata dia dalam wawancara di Youtube PPATK, Rabu (6/10/2021).

“Temuan angka tersebut tercatat bukan hanya perputaran uang dalam negeri, melainkan juga transaksi uang keluar-masuk dari luar negeri,” ungkapnya.

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications