FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

10
Oktober
2021

Wagub DKI Resmikan Rumah Literasi Jakarta

JAKARTA, KT – Di tengah pandemi Covid-19, aktivitas masyarakat memang masih dibatasi untuk meminimalisir keterpaparan virus. Namun, budaya literasi dan gemar membaca, khususnya pada generasi muda tetap perlu ditumbuhkembangkan.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria, saat menghadiri peresmian Rumah Literasi Jakarta dan situs resensi buku ‘Jakarta Book Review’ (JBR /  www.jbr.id ) di Jalan M. Kahfi II, Kawasan Setu Babakan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/10).

Ariza berharap dengan menghadirkan bacaan di tengah keluarga akan menambah pengetahuan dan menghasilkan ide atau karya dari masyarakat di masa mendatang. Ia pun sangat mengapresiasi Rumah Literasi Jakarta dan situs resensi buku JBR, karena kegiatan-kegiatan di dalamnya tentu merupakan bentuk dukungan kepada Kota Jakarta sebagai kota literasi dan berbudaya baca.

“Kehadiran saya di sini adalah sebuah bentuk apresiasi kepada ekosistem pembaca buku. Budaya literasi bukan hanya berarti tentang membaca buku. Faktanya, literasi juga berarti membaca dan memahami segala sumber informasi. Tanpa kemampuan literasi yang memadai, maka orang tidak akan dapat menghadapi tantangan-tan kekinian,” ungkap Ariza

Seiring perkembangan zaman, kini naskah-naskah literasi atau bacaan berkualitas disediakan bukan hanya dalam bentuk cetak atau buku, tetapi juga dalam bentuk digital, termasuk melalui situs resensi buku.

Untuk itu, Ariza berharap, insan perbukuan tidak kehabisan tenaga, tetap semangat dan inovatif dalam memberikan layanan literasi yang informatif dan konstruktif, sehingga dapat mengedukasi masyarakat.

Ariza pun yakin, budaya membaca eratnas dengan ketersedian naskah-kah bermutu, dan itu harus disediakan dengan cara yang tidak mudah.

“Siapa lagi yang dapat mengemban tugas itu selain para insan perbukuan. Saya berharap masyarakat Rumah Literasi Jakarta ini di mana di dalamnya ada Penerbit Rene Turos Indonesia (RTI) dan JBR dapat terus konsisten menjadi penyedia sumber bacaan yang berkualitas guna mendorong terbentuknya terdidik dan berkarakter mulia ,” katanya.

Kemudian, Ariza berharap, JBR ini bukan hanya menjadi situs resensi buku, tetapi juga ‘melting-pot’ atau ‘ruang pertemuan’ untuk para pemangku kepentingan di dunia buku, yang di dalamnya akan terjadi persemaian ide-ide positif, keilmuan dalam berbagai bidang , dan juga terjadi asimilasi sosial antarinsan perbukuan.

“Kita semua berharap apa yang sudah dan akan dilakukan di rumah ini dapat berlangsung dengan skala yang semakin besar serta sebaran yang semakin meluas. JBR, atau dalam Bahasa Indonesia dapat kita terjemahkan sebagai Resensi Buku Jakarta, diharapkan dapat menjadi tempat berkumpulnya para pemangku kepentingan buku, mulai penulis, penerbit, pembaca, dan pemerhati buku, baik secara offline maupun online,” tambah Ariza.

Untuk diketahui, dalam peresmian Rumah Literasi Jakarta dan situs resensi buku Jakarta Book Review, turut hadir Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) DKI Jakarta, Hikmat Kurnia; Pemimpin Redaksi JBR, Mujib Rahman; Camat Jagakarsa; dan Lurah Srengseng Sawah.

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications