FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

12
Juni
2021

Megawati: Saya Minta Presiden Tambah Personel TNI-Polri, Jangan Pikirkan Anggaran Dulu

JAKARTA, KT – Menurut Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarno Putri dalam penambahan personel TNI-Polri tidak usah dipikirkan dulu anggaran belanja untuk kedua instansi tersebut. Ia meminta penambahan personel TNI-Polri kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait konflik di Papua.

“Saya bilang pada Pak Jokowi begini, ‘Bapak itu mesti nambahin yang namanya baik TNI kita, maupun polisi kita jumlah anggotanya. Jangan pikirin anggaran belanjanya dulu,'” kata Megawati, dalam pidatonya saat menerima gelar profesor kehormatan di Universitas Pertahanan (Unhan), Jumat (11/6/2021).

Megawati lantas menyinggung kesulitan menangani keamanan di Papua. Padalah, menurutnya, keamanan itu dapat diatasi jika jumlah personel diperbanyak

“Boleh kita lihat sekarang 514, kalo TNI itu koramil (namanya) di sini saya nggak tahu ya. TNI AD di koramil kita satu koramil orangnya piro. Saya bilang ke Pak Budi Gunawan ya. Saya bilang piye toh urusan Papua itu,” ujarnya.

Megawati mengatakan sebaiknya TNI Polri merekrut anak Papua untuk turut mengamankan wilayahnya. Sebab, merekalah yang mengerti celah-celah kondisi wilayah Papua.

“Menurut saya itu kan mereka yang tuan rumah toh, tahu jalan-jalan tikus. Itu yang saya bilang sangat perlu strategi perang gerilya. Mereka tahu kok, naik pohon bisa, opo bisa, apalagi yang di pegunungan bisa,” ujarnya.

Jangan malah, menurutnya, mendatangkan BKO dari luar daerah yang tidak tahu seluk-beluk wilayah Papua. Mega lantas heran bagaimana strategi yang dijalankan untuk mengamankan Papua.

“Kepolisiannya jadi apa itu namanya ya BKO. Kalau perlu datangin dari sana terus dari sini, BKO saja anak-anak tuh nggak tau daerah, yang di situ yang tahu daerah, coba tolong dong, ini gimana, ini strategi yang gimana, jangan setengah hati,” ujarnya.

Megawati mengatakan agar TNI-Polri tidak perlu menentukan anggaran terlebih dahulu. Dia mengatakan sebaiknya instansi itu harus turun ke lapangan dulu baru menganggarkan. Dengan begitu, diketahui apa-apa saja yang dibutuhkan.

“Pak Bambang Soesatyo dan Ibu Puan Maharani, 514 kab/kota, nah itu koramilnya berapa satu koramil, terus kalau polisi di sini ada polisi opo nggak? Saya sudah ngomel saja, itu namanya apa, Polsek. Polseknya satu polsek berapa orang, ini kan harusnya kita sudah punya, saya selalu meng-encourage, ndak usah kita suka sistem terbalik,” ujarnya.

“Apa, disodorkan dengan perencanaan anggaran dulu? Menurut saya salah, Kamu bikin realita ke lapangan, yang diperlukan ini apa. Nah, urusannya kemudian. Ini kan ndak, gimana ya, saya pikir gimana mau maju,” lanjut Mega.(DTK)

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications