FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

12
Juli
2021

Ojol Wajib Bawa STRP, Kemenhub: Masih Kita Kaji

JAKARTA, KT – Dikabarkan akan mendapat perlakukan serupa yakni diwajibkan memiliki Surat Tanda Registrasi Pegawai (STRP) untuk melintas dan beroperasi pada masa PPKM Darurat.

Para pengemudi ojek online mulai mengkritik kebijakan tersebut dan Kementerian Perhubungan pun akan mengkaji rencana Dinas Perhubungan DKI Jakarta tersebut.

“Kebijakan tersebut masih dirapatkan dan didiskusikan bersama beberapa pejabat kementerian, satgas dan pihak terlibat,” ujar Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setyadi. Minggu (11/07/2021).

Menurutnya, hari ini baru akan di rapatkan karena ada rencana pembahasan untuk adendum ini.

“Yang jelas SE ini akan ada revisi sesuai dengan satgas dan baru akan dibahas pada siang hari ini, kalau hari ini SE-nya seperti apa bunyi nya sementara itu akan menjadi acuan kami,” kata Budi.

Ia mengakui bahwa Dirjen Hubungan Darat telah menerima masukan dan kritikan dari beberapa asosiasi pengemudi ojek online dan mengatakan pihak driver merupakan pekerja sektor esensial yang merupakan mitra dari penyedia jasa.

“Ya kemarin saya memang mendapatkan aspirasi tapi bukan sepenuhnya membenarkan, memang yang kami soroti saat ini lebih ke pekerja yang bekerja di sektor esensial dan kritikal yang masih bekerja di kantor,” terang dia.

“Jadi sementara untuk driver memang belum ada kebijakan wajib mengantongi STRP sedangkan penumpangnya iya,” tambahnya.

Meskpin demikian, ia mengatakan penumpang tersebut yang melakukan perjalanan benar-benar. Mereka benar-benar yang memiliki STRP.

“Sedangkan driver ojol untuk SE dan adendumnya masih dilakukan pembahasan secara intensif,” tandasnya.*

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications