21st June 2021

FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

13
Maret
2021

Produsen Knalpot Racing Minta Kebijakan Polisi Gunakan Alat Pengukur Suara Saat Sedang Razia

JAKARTA, KT – Terkait dengan undang-undang (UU) lalu lintas dan angkutan jalan pasal 285 ayat 1, pihak kepolisian rutin melakukan razia knalpot racing jumlah motor yang terjaring razia knalpot racing terbilang cukup banyak.Kejadian ini sontak memengaruhi penjualan dari produsen knalpot racing aftermarket.

Beberapa produsen knalpot aftermarket pun ikut angkat bicara soal kejadian tersebut.

Hanky Kurniawan, Sales Marketing PT Trivera Jaya, distributor Yoshimura di Indonesia, mengatakan, sah-sah saja jika pihak kepolisian menggelar razia sesuai prosedur hukum.

Hanky menjelaskan, knalpot resmi Yoshimura yang dijual sudah memenuhi standar pemerintah. Jika ada yang melebihi ketentuan pun, sudah dilengkapi dengan dB killer (peredam desibel) untuk meredam suara bising yang dikeluarkan knalpot.

Dilansir dari Kompas.com “Untuk itu alangkah baiknya pihak aparat yang melakukan razia dilengkapi alat tes kebisingan. Sehingga, kedua belah pihak tidak ada yang dirugikan,” tutur Hanky.

Budiman Terianto, CEO Sphinx Motorsport selaku distributor knalpot Akrapovic, mengatakan, apakah petugas yang ada di lapangan dilengkapi dengan Decibel Meter atau alat pengukur suara agar mengetahui dengan akurat tingkat kebisingan suara knalpotnya.

“Peraturan mungkin ada dan jelas. Tapi, pelaksanaan di lapangan yang tidak diketahui,” ujar Budiman, Jumat (12/3/2021).

Budiman menambahkan, mungkin perlu edukasi ke pemakainya. Dia pun menyarankan pihak kepolisian untuk mengadakan sosialisasi lebih sering mengenai knalpot racing agar publik bisa mencari tahu mengenai aturannya dari pihak yang bersangkutan.

INSTAGRAM

KOMUNITASTODAYS
IKUTI KAMI
Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications