FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

13
Juni
2021

Dorong Percepatan Vaksinasi, Puan Distribusikan 20.000 Vaksin di Jateng

JAKARTA, KT – Dalam rangka peningkatan ketersediaan dan percepatan distribusi vaksin ke daerah, Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan 20.000 dosis vaksin Covid-19 untuk masyarakat.

Pemberian vaksin dilakukan untuk warga Jawa Tengah di Solo, Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten, pada Sabtu (12/6/2021).

Puan meninjau proses vaksinasi kepada masyarakat di Balai Kota Solo. Di lokasi tersebut, vaksin diberikan kepada 690 orang yang merupakan guru, warga lanjut usia, difabel, pedagang kaki lima, pelaku pariwisata, pekerja media, dan masyarakat lainnya.

Seusai meninjau proses vaksinasi, Puan berdialog dengan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, serta Bupati Boyolali, Sukoharjo, dan Klaten, yang hadir secara virtual.

“Ini untuk mendorong percepatan vaksinasi. Karena harus dilakukan percepatan vaksinasi supaya Covid-19 bisa lebih cepat dikendalikan, demi memutus penyebaran virus corona,” kata Puan.

Ia juga menyampaikan bahwa semua kepala daerah harus terbuka terhadap kondisi penanganan Covid-19 di wilayahnya masing-masing. Menurut Puan, keterbukaan informasi itu akan memudahkan dalam penentuan langkah penanganan pandemi Covid-19.

“Sampaikan masalah secara jujur, jangan sembunyikan kondisi wilayahnya, sehingga kita bisa antisipasi dan mitigasi,” ucap Puan.

“Saya selaku Ketua DPR punya tanggung jawab untuk sama-sama laksanakan fungsi pengawasan. Prinsip utamanya kita ingin seluruh warga negara dapat divaksin. Jangan sampai ada daerah yang tidak ditangani dengan baik,” sambungnya.

Puan menerangkan bahwa pemerintah sudah menyatakan total vaksin Covid-19 hingga saat ini mencapai 93 juta dosis. Pemerintah juga sudah menargetkan pada bulan Juni vaksinasi akan mencapai 700 ribu per hari, dan pada bulan Juli mencapai satu juta per hari.

“Pemerintah daerah yang sudah terima vaksin harus langsung cepat didistribusikan,” tuturnya.

Mengenai pelaksanaan vaksinasi di empat daerah di Jawa Tengah: Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan Klaten; baru mencapai 11 persen. Puan berharap pelaksanaan vaksinasi selanjutnya dipercepat supaya penyebaran Covid-19 di Jawa Tengah dapat lebih terkendali dan tidak terjadi ledakan kasus Covid-19 seperti yang terjadi di Kudus.

“Tolong jaga, jangan sampai kejadian di Kudus menular ke daerah lain. Masyarakat jangan takut divaksin, dan tetap jaga protokol kesehatan meski telah mendapat vaksin,” pungkas Puan.