21st June 2021

FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

14
Maret
2021

Ngeri, Puluhan Pekerja Migran Ilegal Masuk Indonesia Saat Pandemi

SUMUT, KT – KM Sinar Utama serta 3 ABK Kapal yang membawa penumpang diduga Pekerja Migran ilegal Indonesia yang pulang dari Malaysia ditangkap Lanal Tanjungbalai Asahan dari Mabesal terpadu dengan Satpolair Polda Sumut dan Polres Asahan.

Hal itu dibenarkan Danlanal TBA, Letkol Laut (P) Robinson Hendrik Etwiory, dimana TNI AL berhasil mendeteksi dan menangkap Kapal yang diduga membawa masuk pekerja migran ilegal sejumlah kurang lebih 80 orang perempuan dan pria dan 5 anak dibawah umur dari malaysia di sebelah barat Pulau Jemur, Sabtu (13/3/2021).

“Sejumlah pekerja migran ilegal yang berada di kapal tersebut ditangkap di perairan Pulau Jemur oleh Patroli Keamanan Laut Lanal Tanjungbalai Asahan,” terang Robinson.

Lanjut dia, penangkapan ini dilanjutkan dengan laporan kepada Danlantamal I Belawan, Brigjen Mar Made Wahyu dan secara berjenjang hingga ke Kepala Staf Angkatan Laut.

Selanjutnya, pekerja migran tersebut akan diserahkan ke instansi Imigrasi setempat dengan pengawalan Pomal Lanal serta Polresta Tanjungbalai, sedangkan Nahkoda, ABK serta Kapal akan diproses lebih lanjut oleh Lanal TBA,” tambah Robinson.

Sementara Panglima Koarmada I, Laksdya TNI Abdul Rasyid K di Jakarta menjelaskan bahwa Prajurit Koarmada I selalu waspada terhadap kegiatan ilegal yang berada di wilayah kerjanya.

Pangkoarmada I memberi apresiasi kepada petugas di lapangan yang tidak kenal menyerah dalam menjalankan tugas dan kewajibannya walaupun dimasa Pandemi Covid-19 ini.

Pangkoarmada I menjelaskan bahwa Kasal, Laksamana TNI Yudo Margono memerintahkan jajarannya di TNI AL untuk memberantas semua kegiatan ilegal dari, ke atau di Laut dengan memegang komitmen tugas pokok TNI Angkatan Laut.

“Setelah kapal tersebut tiba di Pangkalan Lanal TBA, maka semua pekerja migran ilegal dan ABK Kapal tersebut akan diperiksa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ujarnya. (andrey)

INSTAGRAM

KOMUNITASTODAYS
IKUTI KAMI
Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications