FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

14
Juni
2021

Pungli di Pelabuhan Tanjung Priok, Sopir Kontainer: Alhamdullilah Enggak Ada Pungli Lagi

JAKARTA, KT  – Polisi langsung bergerak setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapati keluhan dari para sopir kontainer yang resah terhadap aksi pungli.

Setelah mendengar keluhan itu, Presiden Jokowi kemudian menghubungi Kapolri Jenderal Listyo Sigit. Sementara itu, Dewan Penasihat Federasi Buruh Pelabuhan Indonesia, Ilhamsjah, mengungkapkan praktik pemalakan oleh preman di Tanjung Priok telah terjadi sejak puluhan tahun.

“Ini bukan berita baru yah, ini persoalan yang sudah terjadi puluhan tahun. Paling tidak saya sudah terlibat dalam menghadapi persoalan pungli ini sejak tahun 2000. Waktu itu sampai ada pemogokan menutup pelabuhan,” kata Ilham dalam wawancara di salah satu TV Swasta, Jumat (11/6/2021).

Menurutnya, ada banyak tahapan pungli yang dialami para sopir. Itu tahapan pertama dia keluar dari garasi dia itu sudah ada pungli. Jadi pungli pertama itu, kata dia pungli yang dilakukan di jalan.

“Seorang sopir harus mengeluarkan setidaknya Rp 45.000 per hari untuk pungli tersebut,” bebernya.

Sementara Polres Pelabuhan Tanjung Priok langsung melakukan sidak ke kawasan Jakarta International Container Terminal (JICT) Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (13/6/2021) siang.

Polisi ingin memastikan jika tidak ada lagi pungutan liar terhadap sopir kontainer. Berdasarkan rekaman video yang dibuat kepolisian, polisi menanyakan situasi terkini di JICT kepada sejumlah sopir. Dan para sopir mengaku tidak ada lagi pungli.

Namun, sebagian sopir mengeluhkan antrean bongkar muat karena alasan kerusakan alat angkut di pelabuhan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana membenarkan adanya kerusakan crane yang membuat truk terhambat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan JICT agar permasalahan tersebut segera diatasi dan juga infokan ke pimpinan JICT untuk diambil langkah penanganan secepatnya agar pelayanan tidak terganggu,” kata Putu.

Dalam sidak tersebut, beberapa sopir mengaku sudah tidak lagi dikutip pungutan liar. Namun, mereka harus menunggu beberapa jam untuk melakukan bongkar atau muat di kawasan JICT.

“Alhamdullilah enggak ada pungli lagi disini. Tadi ngantri dari jam 10, cuma tadi penuh alatnya rusak. Tadi udah gerak, tapi alat rusak,” ujar salah satu sopir di kawasan JICT.

Masih kata dia, kalau alatnya ada, cepat dibongkar muat. Tapi tergantung yang kerjanya, kadang-kadang kalau malam mesinnya hidup, orangnya tidur.

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications