FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

16
Juli
2021

Pilih Tiga Hari Kurungan Penjara, Bos Kedai Kopi Pelanggar PPKM Kaget?

TASIKMALAYA, KT – Ya kaget. Saya kira ditahannya di Polsek atau Polres, tapi ternyata saya ditahan di Lapas. Tapi saya siap. Demikian penuturan pemilik kedai kopi, Asep Lutfi Suparman (23) yang memilih tiga hari kurungan penjara daripada harus membayar denda Rp 5 juta.

Sebelumnya Asep divonis bersalah karena melanggar aturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPM) Darurat dan disanksi dengan tiga hari kurungan penjara.

Asep mengaku kaget karena harus menjalani hukuman itu di Lapas Kelas II B Tasikmalaya bersama ratusan napi lainnya. Awalnya, ia mengira akan ditahan di Polsek atau Polres. Meski harus menjalani hukuman di lapas, Asep mengaku siap.

“Kirain ditahannya di Polsek atau Polres, tapi ternyata saya ditahan di Lapas. Tapi saya siap,” kata Asep kepada wartawan saat hendak memasuki gerbang besi lapas, Kamis (15/7/2021) siang.

Pantauan dilokasi, Asep yang berambut agak panjang dengan memakai kaos berdaster masuk ke salah satu ruangan petugas dalam lapas dan diperiksa administrasinya sesuai persyaratan umunnya.

Tak lama kemudian, Asep keluar dengan rambut plontos dan sudah memakai baju tahanan sama dengan ruangan lainnya berwarna biru.

Setelah itu, Asep langsung digiring oleh petugas lapas ke sel tahanan Situ Cilambu Blok 12 yang berlokasi di paling belakang bangunan Lapas tersebut.

Di sel-sel itu terdapat berbagai penyakit lainnya dengan kasus kriminal umum yang menjalani masa tahanan belasan sampai puluhan tahun.

“Gak ada ruangan khusus ya, selnya disatukan dengan lainnya. Apalagi, ruangan sel tahanan di kita kan penuh juga. Jadi disatuin bareng tahanan lainnya,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya Davi Baria, kepada wartawa di Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis siang.

Menurutnya, narapida vonis Tindak Pidana Ringan (Tipiring) ini tetap diberlakukan dengan tahanan lainnya karena telah ditetapkan sebagai pelaku tindak pidana.

Jadi, nantinya akan dilakukan pembinaan dengan aturan-aturan bersama lainnya.

“Iya, masuknya telah divonis sebagai pelaku tindak pidana meski Tipiring. Jadi wajib ditahan di Lapas,” jelasnya.

Jaksa Penuntun Umum Kejaksaan Negeri Tasikmalaya Sidiq mengatakan, awalnya pemilik kedai kopi tersebut akan ditahan di Polsek atau Polres.

Namun, lanjutnya, dalam aturan yang disebutkan, jika sudah vonis persidangan maka wajib menjalani hukumannya di Lapas.

“Masuk hari ini (Kamis), berarti Sabtu besok sudah keluar,” pungkasnya.*

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications