FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

17
Juni
2021

Peran Perawat di Masa Pandemi Covid-19

COVID-19 dikenal juga dengan SARS-CoV-2 (Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2) pertama kali ditemukan di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina.

Dengan spesies virus yang sama, juga pernah muncul di dunia dengan kasus MERS (Middle East Respiratory Syndrom) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Virus ini dikenal sebagai virus zoonosis yaitu virus yang berasal dari binatang. Masa Inkubasi virus ini rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang adalah 14 hari.

Masa inkubasi adalah masa sejak masuknya virus ke tubuh manusia untuk menginfeksi tubuh manusia. Pada kasus COVID-19 yang berat, dapat menimbulkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian.

Ketika hampir sebagian besar ASN dan para karyawan swasta melakukan WFH, maka salah satu tenaga professional dalam bidang kesehatan yang masih harus bekerja dan tetap melakukan pengabdian adalah perawat.

Terutama perawat mereka yang bekerja di Rumah Sakit Pemerintah yang menjadi rujukan perawatan pasien COVID-19 bertugas langsung di ruang Isolasi menghadapi sebuah pilihan antara tetap bekerja menjunjung tinggi profesionalisme atau mementingkan keamanan pribadi dan keluarga.

Dalam pelayanan kesehatan khususnya pada wabah Covid-19 saat ini, perawat memiliki peran ganda yaitu sebagai caregiver yang merupakan peran utama perawat.

Perawat akan berperan aktif dalam pelayanan klinik 24 jam, seperti di rumah sakit. Selain itu, perawat juga berperan sebagai edukator, dimana mereka berperan sebagai tim pendidik untuk memberikan edukasi kepada pasien, keluarga dan masyarakat.

Perawat berperan dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang apa dan bagaimana mencegah COVID-19, pencegahan dan penularan, serta bagaimana meningkatkan pemahaman masyarakat tentang tanda dan gejala.

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan rasa krisis, sehingga masyarakat menjadi waspada dan melakukan perilaku preventif, hidup sehat, dan tidak panik.

Selain peran diatas, perawat juga berperan dalam advokat dimana perawat akan membantu mengurangi stigma bagi pasien dan keluarga yang terindikasi covid positif.

Secara umum, perawat mempunyai peran yang sangat penting baik dari segi promotif, preventif, dan pelayanan asuhan keperawatan dalam kondisi wabah covid-19. Perawat  Indonesia berusaha dengan keras untuk meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan terbaik pada masyarakat.

Peran perawat selain mengasuh fisik, dalam ilmu keperawatan juga memberi perawatan semangat kepada pasien. Pasalnya, senjata utama dalam perawat adalah caring atau sikap mengutamakan terbaik kepada pasien melalui sentuhan.

Caring tidak terbatas dengan bagaimana memperhatikan asuhan fisik maupun bagaimana nonfisik, misalnya motivasi, kemauan ingin sembuh, kemandirian, dan semangat.

Memang, ini menjadi tanggung jawab perawat untuk melakukan asuhan yang komprehensif. Peran dalam pelayanan langsung kepada penderita. Peran inilah yang utama dilakukan perawat.

Penatalaksanaan Covid-19 dilakukan dengan memfokuskan pada penanganan infeksi virus dengan meningkatkan imunitas tubuh penderita dan yang belum terinfeksi agar tidak sampai menjadi penyakit.

Saat ini sudah ditemukan vaksin Sinovac. Ada beberapa alasan masyarakat Indonesia tak bersedia disuntik vaksin. Dalam survei ini responden mengungkapkan kekhawatiran terhadap keamanan dan keefektifan vaksin, menyatakan ketidakpercayaan terhadap vaksin, dan mempersoalkan kehalalan vaksin.

Pendekatan psikososial harus dilakukan perawat. Penderita atau keluarga mengalami ketakutan, kecemasan, dan depresi. Kondisi tersebut sangat membahayakan dan menghambat penyembuhan penderita.

Imunitas akan mengalami penurunan dan itu berdampak terhadap kemampuan tubuh dalam melawan virus. Penderita sering mengalami berbagai komplikasi dari penyakit penyerta lainnya dan justru itu yang mengakibatkan prognosis penderita semakin jelek dan bahkan mempercepat kematian.

Saya berharap kepada masyarakat untuk patuh dan disiplin pada protokol kesehatan sehingga jumlah kasus dapat ditekan dan tidak bertambah. Dengan begitu, masyarakat terlindungi, begitu pula tenaga kesehatan.

Oleh : Dyah Restu Syaira Cindyargo

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications