FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

18
Mei
2021

Rekayasa Sosial KTJ di Kebon Jeruk Jakbar Wajibkan Pemudik di Swab Antigen

JAKARTA, KT – Dampak imbauan larangan mudik yang tidak berlaku bagi sebagian warga masyarakat khususnya di DKI Jakarta, kini membawa dampak sosial bagi para pemudik tersebut dengan adanya rekayasa sosial.

Para pemudik yang mulai kembali ke Jakarta disarankan wajib melakukan tes swab antigen. Salah satunya di wilayah Kampung Tangguh Jaya (KTJ) RW 03, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pengurus Kampung Tangguh Jaya (KTJ) RW 03 Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk melakukan rekayasa sosial dengan sosialisasi memasang spanduk bertuliskan “Warga Pemudik dari Kampung Wajib Lapor RT/RW. Wajib Test Antigen/Swab/Rapid, Kami Mau Sehat dan Bebas Covid-19”.

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol R. Manurung, saat dikonfirmasi terkait hal itu diwilayahnya mengatakan, pelaksanaan rekayasa sosial ini merupakan cara yang efektif untuk mendeteksi warga atau pemudik yang wajib menjalankan tes swab antigen.

“Kami bersama tiga pilar kecamatan kebon jeruk siap mendukung program swab yang dianjurkan pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 pasca mudik lebaran,” ucap Manurung.

Selain itu apa yang dilakukan pengurus Kampung Tangguh Jaya (KTJ) RW 03, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat adalah bentuk kepedulian agar kampung atau wilayahnya tidak tercemar Covid-19.

“Biar bagaimanapun sikap antisipasi dan pencegahan penyebaran Covid-19 harus kita lakukan pasca Idul Fitri 1442 H,” tambah Kapolsek Kebon Jeruk.

Terpisah, Ketua RW 03 yang juga Ketua Pengurus KTJ, Djajadi Ali mengungkapkan, jika rekayasa sosial ini sebagai bahan dasar dalam pelaksanaan tes swab antigen kepada warga yang baru tiba di wilayahnya.

Kegiatan yang diselenggarakan di KTJ RW 03, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat ini dalam rangka pengendalian lonjakan penyebaran Covid-19 pasca libur mudik hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah 2021.

“Rekayasa ini sebagai imbauan tes swab antigen kepada warga yang baru pulang dari mudik maupun warga pendatang,” ungkap Djajadi Ali.

Dia menuturkan, rekayasa sosial yang dilakukan adalah dalam bentuk surat pemberitahuan dan pemasangan spanduk.

Adapun isi pemberitahuan tersebut bertuliskan tentang upaya wajib lapor bagi warga yang baru tiba di Jakarta seusai mudik maupun warga pendatang baru berlaku mulai 17 Mei sampai 30 Mei 2021

“Bilamana yang bersangkutan tidak lapor diri terhitung dalam 1×24 jam, maka akan dikenakan sanksi,” tegas dia. (pal7) 

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications