FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

18
Juni
2021

Catat! Inilah Lima Penyakit yang Dijuluki Silent Killer

JAKARTA, KT – Didalam jiwa yang kuat terdapat tubuh yang sehat. Namun tanpa anda sadari ada penyakit-penyakit yang diam-diam menggerogoti tubuh tanpa menimbulkan gejala yang berarti. Alhasil, jika tidak diwaspadai akan bisa menimbulkan situasi serius bahkan menyebabkan kematian.

Kematian seseorang kerap menanyakan penyakit Silent Killer. Kenapa disebut Silent Killer karena penyakit ini bisa datang tiba-tiba tanpa gejala dan menyebabkan kematian. Seperti dilansir dari berbagai sumber, Jumat (19/6/2021),

Inilah daftar lima penyakit yang termasuk dalam “Silent Killer”.

1.Hipertensi                                                  Penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi menjadi faktor risiko penyakit jantung koroner dan serangan jantung. Hipertensi berisiko mengakibatkan serangan jantung, diseksi aorta, dan pendarahan stroke. semuanya menyebabkan kematian.Berdasar data Riskesdas 2018, sekitar 34 persen orang Indonesia memiliki hipertensi. Dari sekian banyak penderita hipertensi, 32 persen tidak rutin minum obat. Padahal, obat bekerja mengontrol tekanan darah.

2. Jantung Koroner
Penyakit arteri koroner (penyakit jantung koroner) kerap disebut penyakit jantung koroner. Mengutip dari CDC, penyakit jantung koroner disebabkan oleh plak pada dinding arteri yang darah ke jantung dan organ tubuh lain.
Plak ini berasal dari kolesterol dan substansi lain pada arteri. Penumpukan ini akan mempersempit aliran darah lalu lama-kelamaan akan terjadi terjadi atau aterosklerosis.

3. Diabetes
Setahun terakhir, diabetes mendapat sorotan terkait dengan Covid-19. Penyakit ini jadi salah satu penyakit komorbid yang bisa memperparah kondisi orang yang terinfeksi virus corona. Akan tetapi, yang perlu diperhatikan, diabetes juga jadi pintu masuk untuk penyakit-penyakit lain seperti penyakit jantung, penyakit ginjal, stroke, neuropati, juga ketoasidosis diabetik yang bisa mengancam nyawa.

4. Osteoporosis
Tubuh ditopang oleh susunan tulang. Jika seseorang mengalami osteoporosis, tulang yang rusak lebih cepat daripada proses perbaikannya. Tulang jadi kurang padat dan mudah keropos. Mengutip dari Healthline, osteoporosis membuat tulang rentan retak dan patah. Tanpa penanganan serius, mobilitas pasien bisa sangat terbatas, rasa sakit, depresi yang kemudian menurunkan kualitas hidup.

5. Kanker Payudara
Kanker payudara memiliki reputasi sebagai salah satu kanker paling mematikan. Namun, deteksi dini akan membantu proses penyembuhan dan mencegah kematian. Deteksi dini bisa dilakukan dengan metode Sadari (pemeriksaan payudara sendiri).
Sadari dilakukan dengan mencermati perubahan bentuk dan permukaan kulit payudara, kemudian pada 7-10 hari setelah menstruasi. Jika Anda menemukan perubahan sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter

 

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications