FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

18
Juni
2021

Covid-19 di Jakarta Mengkhawatirkan, Ombudsman Desak Pemprov DKI Tarik Rem Darurat

JAKARTA, KT – Guna menekan angka penyebaran kasus Covid-19, Ombudsman Perwakilan DKI Jakarta meminta agar Pemprov DKI Jakarta untuk segera menarik rem darurat. Menurut Ombudsman, kondisi pandemi di Ibu Kota menunjukkan tren yang mengkhawatirkan

“Kami mendesak Pemprov DKI segera menarik rem darurat. Saatnya tarik rem darurat,” ujar Kepala Kantor Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P Nugroho, Jumat (18/6/2021).

Ia juga meminta, semua bidang non-esensial mengikuti panduan Instruksi Mendagri Nomor 13 Tahun 2021.

“Melihat keputusan Gubernur DKI Anies Baswedan yang memberlakukan kerja dari rumah (WFH) 75 persen dan WFO 25 persen di perkantoran menandakan banyak wilayah di DKI Jakarta sudah masuk zona merah risiko tinggi penularan Covid-19,” katanya.

Tak hanya itu bahkan, dia meminta pengawasan terus diperketat agar kebijakan itu benar diterapkan di perkantoran sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 13 Tahun 2021.

“Tak hanya perkantoran saja yang harus diawasi tapi juga pusat perbelanjaan atau mal,” tegas Teguh.

Selain itu lanjutnya, seperti obyek wisata yang sudah dibuka kembali diantaranya Ragunan, Ancol, dan berbagai obyek wisata lainnya harus dihentikan dahulu pada masa penarikan rem darurat.

“Tindakan Pemprov DKI Jakarta untuk menghentikan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di sejumlah sekolah sudah tepat. Setelah lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Ini sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat dalam hal ini Kemendikbud Ristek,” beber Teguh.

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications