21st June 2021

FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

21
Mei
2021

Sopir Taksi Online 10 Kali Ditembak Tidak Mati Bikin Kawanan Begal Tunggang Langgang

LEBAK, KT – Betapa beruntungnya pria bernama Epi Hanapi (45), Epi yang menggeluti profesi sebagai sopir taksi online itu selamat dari maut meski kawanan begal telah menembaknya sebanyak 10 kali saat hendak merebut kendaaran roda empat yang ditunggangi Epi pada Rabu (19/5/2021) sekitar pukul 02.30 WIB.

Kawanan begal berjumlah 5 orang itu diantaranya berinisial AGS (25), RD (20), IM (21), FB (24), dan satu pelaku lagi yang masih di bawah umur telah ditangkap jajaran Polres Lebak.

Dalam siaran persnya Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana menjelaskan, kawanan pelaku begal ini mengaku jika baru pertama kali melakukan tindak kejahatan tersebut.

“Kelima tersangka menembak korban Epi Sopir Taksi Online sebanyak 10 kali dan mencoba membawa kabur mobil korban. Namun, tembakan yang dilepaskan tidak membuat Epi tewas. Bahkan, korban mengajak duel para pelaku itu,” sebut Ade. Kamis (20/5/2021).

Karena kaget korbannya masih hidup juga melawan, para pelaku akhirnya kabur ke hutan.

“Korbannya lebih berani daripada kawanan begal karena korban melawan, lantas kawanan itu panik,” jelas Ade.

Sementara korban Epi Hanapi sang Sopir Taksi Online dalam kesaksiannya mengatakan kejadian di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten pada Rabu (19/5/2021) dini hari.

“Ada empat orang pura-pura memesan jasa taksi online dari Serang menuju Lebak. Di tengah jalan sepi, saya ditembak 10 kali dari belakang oleh salah satu pelaku,” beber Epi.

Meski terluka, tetapi Epi sang Sopir Taksi Online masih sadarkan diri. Kemudian ia menghentikan mobilnya lalu mengajak kawanan begal itu untuk berduel.

“Saat itu suasana sangat sepi, gelap juga, dan jauh dari permukiman penduduk. Saat saya ajak berduel di luar, kawanan tersebut malah kabur ke dalam hutan. Mungkin enggak sangka saya masih bisa melawan. Sebelumnya di dalam mobil juga sempat saya tangkis. Kemudian saya langsung bergegas pulang ke rumah dan melaporkan ke Polres Lebak keesokan harinya,” tutur Epi.

Dari keterangan polisi diketahui bahwa senjata yang digunakan kawanan begal itu adalah senjata jenis airsoft gun. Hal itu di identifikasi dari peluru yang berceceran di dalam mobil korban.

“Di dalam mobil juga kami temukan benda yang diduga alat setrum dibungkus plastik. RD (20) dia mengaku bertugas menembak Epi di kepala dan pundak hingga tewas,” ungkap Kapolres Lebak AKBP Ade Mulyana.

Dijelaskan Ade, RD mengaku takut karena baru pertama kalinya diajak melakukan begal sopir taksi online. Namun dengan alasan apapun, kata Ade para pelaku ini tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dari kelima orang tersangka ini kami jerat dengan Pasal 365 Ayat 2 Jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara. Kemudian kami juga kenakan pasal berlapis UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman 15 tahun penjara,” tandas Ade. (an10)

INSTAGRAM

KOMUNITASTODAYS
IKUTI KAMI
Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications