FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

22
Mei
2021

Ali Kalora Cs Dikabarkan Hendak Serahkan Diri Namun Diancam Kelompok Lain

PALU, KT – Mungkin karena merasa sudah terpojok oleh pasukan TNI-Polri yang khusus diterjunkan memburu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora selama beberapa bulan terakhir ini. Dikabarkan Kelompok MIT pimpinan Ali Kalora Cs yang beranggotakan empat orang itu hendak menyerahkan diri ke Satgas Madago Raya.

Namun aksi penyerahan diri kelompok Ali Kalora Cs itu tidak berjalan mulus dan mendapat penolakan dari kelompok MIT lainnya yaitu kelompok pimpinan Qatar alias Farel alias Anas.

Diketahui Qatar telah mengancam Ali Kalora dan tiga anggota lainnya jika menyerahkan diri maka keluarga Ali Kalora Cs akan terancam.

Sementara laporan Satgas Madago Raya dikatakan jika  kelompok Mujahidin Indonesia Timur saat ini sudah terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama beranggotakan empat orang yang dipimpin oleh Ali Kalora, sementara kelompok lainnya beranggotakan lima orang dipimpin oleh Qatar sendiri.

Kelompok Qatar dikatakan lebih beringas dari kelompok pimpinan Ali Kalora Cs dimana Qatar Cs sering melakukan teror dan pembunuhan terhadap para petani di wilayah Lore, Kabuapaten Poso, termasuk pembunuhan 4 petani yang baru saja terjadi pada tanggal 11 Mei 2021 di Desa Kalemago.

Sebelumnya, apa yang dilakukan Satgas Madago Raya dalam pemberantasan DPO terorisme di Kabupaten Poso dengan melakukan penekanan dan pengepungan terhadap kelompok itu telah membuahkan hasil dengan meminta agar pihak keluarga dari DPO mau menyampaikan kepada para DPO untuk segera menyerahkan diri.

Langkah dan upaya itu sepertinya akan membuahkan hasil, dimana Pemimpin Mujahidin Indonesia Timur,  Ali Kalora dikabarkan akan menyerahkan diri, bersama tiga DPO lainnya.

Namun niat Ali Kalora Cs untuk menyerahkan diri mendapat kendala dari anggota kelompok lainnya yakni Qatar alias Farel alias Anas.

Dalam keterangannya Danrem 132 Tadulako, Brigjen Farid Makruf mengatakan, Ali Kalora, Ahmad Panjang, Rukli dan Suhardi itu yang orang Poso sebenarnya mau menyerah tapi diancam kelompok Qatar ini.

“Kalau kau nyerah keluargamu akan jadi sasaran. Nah ini yang kami dengar dari simpatisan yang berhasil kita wawancarai,” ungkap Farid.

Ia pun meminta agar masyarakat Poso agar tidak mudah diprovokasi dan di adu domba oleh DPO yang bukan orang Poso.

“Sekali lagi masyarakat Poso janganlah mau di adu domba oleh DPO yang bukan orang Poso,” tandasnya.

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications