FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

23
Mei
2021

Kebijakan Privasi Baru Bikin Para Pengguna Ucapkan Goodbye pada WhatsApp

JAKARTA, KT – Sejak Facebook mengambil alih saham WhatsApp banyak sekali kebijakan-kebijakan baru yang mulai di terapkan perusahaan yang diasuh Mark Elliot Zuckerberg itu. Kebijakan-kebijakan itu banyak dikeluhkan sejumlah penggunanya salah satunya kebijakan privasi baru WhatsApp yang mulai diberlakukan pada 15 Mei lalu.

Prokontra Kebijakan Privasi Baru pun datang lantaran ada kekhawatiran para pengguna akan melemahkan enkripsi layanan obrolan atau memungkinkannya untuk berbagi lebih banyak data pribadi pengguna dengan perusahaan induk Facebook tersebut.

Maka jangan salahkan para pengguna jika mereka beralih dari WhatsApp dengan menggunakan aplikasi lain seperti Signal dan Telegram.

Grafik penurunan pengguna menunjukkan WhatsApp terjun bebas dari deretan teratas aplikasi yang diunduh di banyak negara.

Pengguna WhatsApp di Inggris mulai terlihat melorot dari posisi delapan ke urutan 23 sejak 12 Januari 2021. Namun sebaliknya, Signal yang awalnya tidak termasuk dalam 1.000 aplikasi teratas di Inggris pada tanggal 6 Januari, pada tanggal 9 Januari itu adalah aplikasi yang paling banyak diunduh di negara tersebut.

Direktur kebijakan publik WhatsApp untuk Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, Niamh Sweeney, mengatakan kepada komite urusan dalam negeri bahwa eksodus itu diyakini terkait dengan pembaruan persyaratan layanan perusahaan yakni Kebijakan Privasi Baru.

Ia menyebut bahwa pembaruan dimaksudkan untuk melakukan dua hal yakni mengaktifkan serangkaian fitur baru seputar perpesanan bisnis, dan memberikan transparansi yang lebih besar seputar kebijakan perusahaan yang sudah ada sebelumnya.

“Tidak ada perubahan pada berbagi data kami dengan Facebook di mana pun di dunia,” tegas dia.

Namun hal itu tak lantas digubris oleh para pengguna WhatsApp di seluruh dunia. Pasalnya, penundaan pembaruan kebijakan privasi itu tidak membendung pengguna untuk pindah ke aplikasi lain.

Selama tiga minggu pertama Januari 2021, Signal sudah memperoleh 7,5 juta pengguna secara global. Sementara Telegram telah mendapatkan 25 juta pengguna baru.

Direktur of Market Insights App Annie, Amir Ghodrati, mengatakan jenis peralihan dalam aplikasi perpesanan dan jejaring sosial ini bukanlah hal yang aneh. Karena sifat dasar aplikasi sosial dan bagaimana fungsi utamanya melibatkan komunikasi dengan orang lain.

“Perkembangannya sering kali dapat bergerak cukup cepat, berdasarkan peristiwa terkini. Kami telah melihat permintaan yang meningkat selama beberapa tahun terakhir untuk pesan terenkripsi dan aplikasi yang berfokus pada privasi,” ujarnya.

Dilanjutkan Ghodrati, pergeseran ke aplikasi perpesanan yang lebih berfokus pada privasi telah dibangun sebelum kasus WhatsApp ini. Aplikasi perpesanan yang menyediakan fitur privasi mengalami pertumbuhan keterlibatan terbesar pada paruh pertama tahun 2020.

“Aplikasi ini melihat rata-rata 30 persen lebih banyak pengguna aktif daripada alternatif,” pungkas Ghodrati.

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications