FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

24
Mei
2021

Prostitusi Online di Jakbar, Polisi: 18 Anak Perempuan di Bawah Umur Kami Selamatkan

JAKARTA, KT – Polisi selalu melakukan imbauan dan sosialisasi terkait para orang tua yang memiliki anak perempuan agar lebih waspada menjaga dan mendidik anaknya dengan pendalaman materi keagamaan. Hal itu lantaran masih maraknya praktik prostitusi online anak di bawah umur dan pelakunya pun tidak kunjung jerah.

Lagi-lagi polisi kembali menangkap para pelaku prostitusi online diantaranya dua orang yang berperan sebagai muncikari prostitusi online di wilayah Jakarta Barat.   

“AD (27) dan AP (24) adalah dua orang mucikari prostitusi online yang diamankan diantara 75 orang yang digerebek dari 2 hotel di kawasan Jakarta Barat pada 19 dan 21 Mei 2021 lalu,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam siaran persnya. Senin (24/5).

Dijelaskan Yusri, modusnya kedua mucikari ini awalnya mencari mangsanya di media social Facebook hingga Instagram. Mereka berkenalan dengan anak perempuan berusia di bawah umur yang telah mereka incar.

Hebatnya lagi, kedua mucikari ini lalu memacari korbannya dan mengatur janji untuk bertemu para korban di salah satu tempat korban biasa berkumpul ataupun di tempat makan.

“Kemudian mengajak korban untuk menginap di hotel selama beberapa hari. Nah selama itu, yang bersangkutan ini melakukan hubungan badan,” terang dia.

Setelah puas, lanjut Yusri kedua muncikari itu membuat akun MiChat dan memakai aplikasi itu melalui ponsel untuk menawarkan para korban ini kepada para pria hidung belang.

Yusri membeberkan, korban di pajang sebagai wanita BO (booking online) bertarif Rp 300 sampai Rp 500 ribu, dimana uang hasilnya mereka gunakan buat membayar sewa hotel dan kebutuhan sehari-hari anak yang jadi korban tersebut.

Pintarnya lagi, kedua mucikari ini sudah menyetubuhi korban, menjualnya juga mendapat bagian jatah dari hasil menjual korban Rp 50.000 hingga Rp 100.000 dari prostitusi online anak di bawah umur dan pria hidung belang yang ditawarkannya.

“Anak yang menjadi korban selain bayarin sewa hotel, juga memberikan komisi pada pelaku sebesar Rp 50 hingga Rp 100 ribu per tamu,” bebernya.

Sementara diberitakan sebelumnya, Subdit 5 Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menggerebek dua hotel yang diduga dijadikan tempat prostitusi online di kawasan Jakarta Barat.

Ada sebanyak 75 orang diamankan mulai dari anak perempuan di bawah umur yang menjadi korban prostitusi, mucikari hingga karyawan hotel.

Polisi menyebutkan, ada 18 anak perempuan di bawah umur yang diduga menjadi korban dua mucikari berinsisial AD (27) dan AP (24).

Kini, para korban telah dititipkan di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak dan Balai Rehabilitasi Sosial Anak Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Handayani, Jakarta serta ada juga yang dipulangkan.

Polisi mendapatkan barang bukti yang dari penggerebekan dua hotel itu berupa total uang tunai Rp 750 ribu, alat kontrasepsi, sejumlah ponsel dan struk tagihan hotel.

Adapun 2 orang mucikari yakni AD yang diamanknan di Hotel A, dan dan AP di penginapan B, Jakarta Barat, itu telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka dijerat Pasal 88 Jo 76 I Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan pidana paling lama 10 tahun dan dena maksimal Rp 200 juta.

Selain itu, para tersangka yang memasarkan korban melalui online dipersangkakan Pasal 27 ayat 1 jo Pasal 45 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dengan ancaman pidana maksimal 6 tahun dan denda Rp 1 miliar. (Ibeng)

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications