FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

24
Juli
2021

Terkait Kartel Kremasi, Polisi Periksa Staf Krematorium di Karawang

JAKARTA, KT – Polres Metro Jakarta Barat masih menyelidiki terkait dugaan praktik ‘kartel kremasi’ jenazah COVID-19 yang viral di media sosial. Setelah memeriksa dari pihak Rumah Duka Abadi, polisi kini memeriksa tiga saksi, salah satunya staf krematorium Yayasan Mulia yang berlokasi di Karawang, Jawa Barat.

“Iya memang ada tiga orang yang diperiksa. Tapi yang dua saksi di luar dari staf Yayasan Mulia,” ujar Kanit Resmob Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat Iptu Avrilendy saat dimintai konfirmasi, Jumat (23/7/2021).

Dimintai konfirmasi secara terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat Kompol Joko Dwi Harsono menyebut tiga orang tersebut merupakan hasil pengembangan dari pemeriksaan saksi-saksi sebelumnya.

“Iya (pengembangan) yang di Jakbar. Ini sekarang anggota lagi pada menyebar untuk melakukan pemeriksaan pengembangan,” kata Joko.

Hingga kini polisi belum memberikan informasi lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan tersebut.

“Segera saya update,” singkat Joko.

Baca Juga: Kartel Kremasi Lebih Jahat dari Kasus Korupsi dan Narkoba

Diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Barat telah meminta keterangan dari pihak Rumah Duka Abadi terkait dugaan praktik ‘kartel kremasi’ jenazah COVID-19. Polisi juga sudah meminta keterangan kepada Martin, yang memviralkan kejadian tersebut.

“Sudah ditindaklanjuti untuk konstruksi hukum dan fakta hukum di lapangan. Kami sudah panggil pemilik yayasan dan tadi malam ambil keterangan dari Bapak Martin, yang viralkan di media,” kata Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo kepada wartawan di kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (22/7/2021).

Hanya, Ady tidak menjelaskan lebih lanjut terkait hasil pemeriksaan kedua pihak.

Ady mengatakan pihaknya masih akan meminta keterangan kepada beberapa saksi lainnya. Polisi saat ini masih mendalami fakta sebenarnya yang terjadi di lapangan.

“Nanti akan ada beberapa saksi dipanggil. Artinya, sampai saat ini kita masih dalam tahap pendalaman atau penyelidikan untuk pastikan apa yang sebenarnya terjadi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Ady menyampaikan pihaknya masih mendalami apakah kejadian ini termasuk dalam ranah hukum atau tidak.

“Target kami, buka masalah ini apa masuk ranah hukum atau belum. Karena kita tidak mau cepat sampaikan ke publik. Yang pasti kami teliti yang cukup marak di media. Kami sudah panggil beberapa orang terkait, jadi kami akan maraton untuk pastikan kejadian sebenarnya,” sambungnya. (Dtk)

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications