FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

26
Juni
2021

Kapendam I/BB: Oknum TNI Eksekutor Pembunuhan Sudah di Pomdam I/BB

MEDAN, KT – Kodam 1/BB telah membentuk tim investigasi bekerjasama dengan Polda Sumut. Saat ini petugas masih mendalami kasus itu dan A masih menjalani pemeriksaan di Pomdam I/BB.

Hal ini dikatakan Kapendam I/ BB, Letkol Inf Donald Erickson Silitonga atas adanya keterkaitan Oknum TNI berinisial Praka A yang diduga menjadi eksekutor pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal (46) pemimpin redaksi (Pemred) media online di Kota Pematangsiantar.

“Hasil pendalaman informasi yang diterima sudah dilakukan penangkapan inisial AS yang merupakan bagian dari kelompok pelaku (pembunuhan),” ucap Donald melansir CNNIndonesia, Jumat (25/6).

“Kasusnya masih dikembangkan. Saat ini yang bersangkutan berada di Pomdam I/BB untuk penyidikan. Kita akan tindak tegas siapapun yang terlibat. Kodam 1/BB telah membentuk tim investigasi untuk mendalami kasus ini,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Polda Sumatera Utara (Sumut) menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Mara Salem Harahap alias Marsal (46) pemimpin redaksi (Pemred) media LasserNewsToday di Kota Pematangsiantar, Sumut.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra, mengatakan kedua tersangka yakni S (57) pemilik Diskotek Ferrari Bar & Resto yang merupakan otak pelaku pembunuhan dan anak buahnya berinisial Y. Pembunuhan itu diduga melibatkan oknum TNI berinisial A.

Pembunuhan dilatarbelakangi karena S kesal terhadap Mara yang sering memberitakan peredaran narkoba di tempat hiburan malam itu. Agar kasus tersebut tidak diberitakan, Mara meminta jatah Rp12 juta per bulan dengan setiap harinya 2 butir ekstasi dari tempat hiburan malam tersebut.

Panca mengatakan Mara Salem ditembak dengan menggunakan senjata api buatan Amerika. Namun dia mengklaim senjata api itu bukan berasal dari Kesatuan TNI, melainkan dari perdagangan ilegal.

“Nomor registernya jelas buatan Amerika. Senjata pabrikan belum tentu masuk dengan benar. Bisa saja masuk dari penggelapan dan perdagangan senjata api. Tapi yang jelas sudah kami cek tidak teregister di kesatuan (TNI). Nanti akan kami dalami terus,” tegasnya.

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications