FOLLOW US ON SOCIAL

Diposting

26
September
2021

Top Markotop!! BNN Gagalkan Penyelundupan 122 KG Narkoba Jalur Air

JAKARTA, KT – Setelah beroperasi di jalur perairan selama 12 hari akhirnya Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 122 kilogram.

Penggagalkan tersebut berkat kerja sama petugas gabungan dari Kepolisian Republik Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan RI, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI, serta Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan Perikanan.

Petugas gabungan saat menggelar Operasi Laut Interdiksi Terpadu di Pelabuhan Ujung Baru, Dermaga 104, Belawan, Kota Medan Petugas gabungan saat menutup Operasi Laut Interdiksi Terpadu di Pelabuhan Ujung Baru, Dermaga 104, Belawan, Kota Medan. Sabtu (25/9).

“Dalam kurun waktu 12 hari, operasi tersebut mampu menggagalkan upaya penyelundupan 122 kg sabu yang hendak masuk ke perairan Indonesia. Selain itu, tim gabungan juga berhasil menemukan 2 kali pelanggaran pabean 2 kali pelanggaran pelayaran. Wilayah yang menjadi sasaran operasi yaitu perairan Selat Malaka, perairan Selat Makassar, Laut Sulawesi, Kepulauan Seribu, serta pelabuhan-pelabuhan yang terhubung dengan wilayah perairan tersebut,” kata Kepala Biro Humas dan Protokol BNN RI Irjen Sulistiyo dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Minggu (26/9).

Operasi tersebut, kata Sulistiyo melibatkan 388 orang dengan mengendarai 15 kapal patroli. Tim gabungan tersebut meliputi dari unsur internal dan eksternal BNN, yakni BNN pusat, BNNP Aceh, BNNP Sumatera Utara, BNNP Riau, BNNP Kepulauan Riau, BNNP Kalimantan Timur, BNNP Sulawesi Selatan, dan BNNP DKI Jakarta.

Sementara dari unsur eskternal diantaranya terdiri dari Direktorat Polair Koor Polairud Baharkam Polri, Direktorat Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea dan Cukai, Direktorat Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai, Ditjen Perhubungan Laut, serta Direktorat Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan .

Operasi Laut Interdiksi juga menggunakan kata sandi Purnama (Gempur Narkotika Bersama) dan dibuka oleh Kepala BNN RI, Dr. Petrus R. Golose di Dermaga Bintang 99, Batam, Kepulauan Riau, Selasa 14 September 2021 lalu.

Adanya operasi ini diharapkan mampu memberikan efek preventif dan represif bagi peredaran gelap narkoba di Indonesia.

Sedangkan kehadiran Kapal-Kapal Patroli dengan dukungan personel on board BNN di kapal tersebut, dinilai mampu memberi efek getar bagi sindikat peredaran narkoba yang hendak memasukan narkoba ke Indonesia.

KomunitasTodays.co Klik izinkan notifikasi untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications