Jakarta,Komunitastodays,-Pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) yang berlangsung sejak 31 Maret hingga 10 April 2022 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, masih menghadirkan produk-produk kendaraan terkini dan terbaik.
Salah satunya dihadirkan mobil klasik hasil “recreation” tangan pembuat. Dua mobil klasik terlihat terpajang, masing-masing berwarna kuning tua dan biru, dengan model yang tak terlihat beredar di tengah masyarakat.
Mobil-mobil itu pernah diproduksi puluhan tahun lalu, dalam jumlah terbatas, dan tak diedar di semua negara.
Seiring berlalu waktu, ingatan konsumen pada mobil-mobil ini mendorong pembuat melakukan “recreation”. Recreation tak sama dengan replika. Bedanya, karya replika tampil sama dengan yang asli, namun detail-detailnya berbeda.
“Kalau recreation, kita benar-benar mencipta kembali sesuatu persis mirip dengan yang asli, sampai detail-detailnya,” tutur Pudji Handoko, founder Tuksedo studio mobil di lokasi JIExpo, Kemayoran, Sabtu (9/4/2022).
“Kita pamerkan karya kami. Kami lakukan recreation, melahirkan kembali sesuatu yang pernah legend, namun sudah tidak ada sekarang, atau tidak diproduksi lagi. Namun, barang itu menjadi impian semua orang, dalam hal ini mobil. Mobil legend itu kita “create” kembali. Ini memang jarang dilakukan,” ujar Pudji.
Ini mobil-mobil vintage dan legend, dan diciptakan kembali mirip dengan mobil aslinya. Karya seni nan klasik ini disebut legend karena harga rata-rata harga aslinya di atas 10 miliar rupiah. Bahkan ada mobil dengan harga mencapai 1 triliun rupiah.
Mobil-mobil vintage ini merupakan karya seni, sehingga tak diproduksi secara massal.
“Jangan bayangkan ini pabrik, ya. Ini karya seni seperti karya lukisan. Ini bukan masuk kategori barang antik, melainkan barang baru, mirip dengan seni lukis. Modelnya lama, tapi barangnya kekinian,” kata Pudji.
Yang unik, kata Pudji, hampir semua mobil yang dikerjakan ini merupakan mobil yang sudah pernah memenangkan perlombaan balapan. Secara teknis, ini mobil top; secara seni (art), mobil ini bagus karena sudah berusia 50 tahun lebih, tetapi masih diingat orang. Mobil seperti ini sudah tidak ada, tapi harganya Masin tinggi. Itu mobil yang sempurna.
Ternyata, masih banyak konsumen yang memburu mobil tipe ini. “Kalau tak ada yang kejar, tentu saja harganya tidak seperti sekarang ini,” jelas Pudji. Harganya tinggi, persediaannya sedikit, sementara ada banyak orang yang mencarinya.
Di pameran IIMS ini, Pudji mengajak konsumen melihat contoh-contoh mobil legend dan sempurna, yang pernah ada.
“Mobil-mobil ini sebagian besar tidak pernah ada di Jakarta, bahkan di dunia. Tidak di semua negara ada mobil ini. Jadi, ini benar-benar mobil langka. Tidak pernah ada di Indonesia. Kalau pun ada, itu tidak banyak dan biasanya pemiliknya simpan, tak dikeluarkan,” ucap Pudji.
Lalu bagaimana Pudji membuatnya? Dia mulai dari gambar. Belajar dari gambar itu, menganalisis dan mencetak ulang. Di sini ada “riverse engineering”.
Mobil klasik biasanya makin lama harganya makin tinggi, dan makin dicintai.
Joko Iman Santoso, Marketing Director Tuksedo melihat Tuksedo studio membuat suatu karya yang jarang ada di dunia. Tidak semua negara melakukan seperti ini. Ternyata Indonesia mampu.
“Sekarang orang Indonesia suka beli mobil produk luar negeri, padahal produk mobil anak bangsa juga berkualitas tinggi,” ujar Joko.
Berefleksi dari pengalamannya, Pudji Handoko mengatakan, kita harus memiliki “habit”, kebiasaan inovatif untuk mencipta dalam berkarya. Tak semua hal harus dibeli. Bisa diciptakan sendiri. * (Rika)